Bolehkah mulai dengan dia ?

Dia, dia dalam cerita ini akan terdiri dari dua orang. Mari kita sebut mereka dengan S dan B. Untuk cerita pertama mari kita mulai dengan S. 
       S adalah laki-laki asing pertama yang mengukir cerita dihidupku dan dia adalah sosok luar biasa yang mampu bertahan menghadapi perempuan seperti aku. Awal kenal S di tahun 2012 saat usiaku 14 tahun. Asal mula kenal yang sangat tidak di sengaja karena temenku ternyata suka dengan temennya dia dan aku dibohongi untuk menemin mereka jalan [muka sinis] dan yang menyebalkannya adalah temenku biarin aku jalan sendirian karena dia jalan seirama dengan inceran dia dong [miris] yang akhirnya aku jalan sendirian dengan kesel sel sel. Tujuan jalan malam itu adalah nonton bola bersama di bundaran dengan layar besar dan ya masih sama, temenku masih asik dengan incerannya yang membuat aku terpaksa so asik dengan diriku sendiri [hufft], saat ada tim yang berhasil gol ke gawang lawan dengan sok asik aku teriak gol sambil melukin tiang listrik [emang segaje itu diriku] dan taukah kalian, S menatap denganku senyuman tipis saat itu yang aku balas dengan tatapan sinis dan datar -_-. 
       Di sela-sela perdandingan temenku ternyata minta nomor telfonnya S yang tanpa sengaja  dan aku sadari tenyata aku catat di hpku dan ketauan [malu sumpeh malu]. Ketauan buat aku kaku seribu bahasa dan makin salting, untungnya temenku ngajak pulang dan ga perlu ditanya aku makin diabaikan. Sesampenya di kostan temenku girang abis [masyaallah sekali dirinya] dan aku kesel karena dicuekin dia dan malu karena ketauan nyimpen nomor S sampe-sampe itu buat aku nangis [dasar anak alay, maklum masih anak smp peralihan sma hehe]. Temenku ga enak  dan dia chatt semua anak laki-laki yang ikutt jalan tadi untuk minta maaf sama aku daan diantara 3 laki-laki cuma si S yang chatt dan bilang "Maaf ya jangan marah, i'm so sorry". Pesan pertama yang selalu terngiang sampe saat ini, dia laki-laki baik :)

Komentar

Postingan Populer