Hari Bersamanya
Akhir april kami mulai kenal dan karena B lebih dewasa dari aku jadi dia ga mau kalo kamu cuma deket sebagai temen biasa. Dia selalu pengen dan minta untuk aku kenalin ke orang tuaku dan akhirnya 4 mei adalah hari pertama dia main kerumah dan ketemu orang tuaku. Terakhir ada laki-lakiku yang kerumah adalah S awal tahun 2018.
Dia ngobrol dengan ortuku dan dia menunjukkan sosok laki-laki dewasa di cerita ini. B dan S adalah dua sosok yang sangat berbeda. S adalah sosok cuek yang jarang kasih kabar dan B adalah sosok yang sangat sering kasih kabar dan perhatian. Karena bertahun-tahun aku terbiasa dengan sosok cuek yang jarang kasih kabar akhirnya itu kebentuk di diri aku. Saat sama B aku kewalahan karena harus selalu kasih kabar dia apa yang aku lakuin dan ternyata B juga tipe yang suka nelfon _-. Padahal aku dengan S telfonan bisa cuma 1 minggu sekali pada saat itu.
B selalu nunjukin pergerakan kalo dia serius sama aku dan ga untuk main-main. Awalnya aku kewalahan dengan semua pertahian dia tapi lama-lama aku terbiasa dan hubungan ini aku bisa ngerasain apa yang S rasain ke aku. Aku jadi paham kenapa dia jarang kasih kabar dan jarang bales chatt padahal dia online. Ga cuma itu, aku juga ngerasain gimana rasanya diprotektifin sama pasangan. Aku bisa nemuin jawaban kenapa aku dan S dulu di hubungan aku dan B.
Sama B ga sepenuhnya bisa buat aku lupai S, ada saat dimana aku sering inget S karena perbedaan pemikiran mereka. B memang lebih dewasa dari S, tapi untuk pemikiran dan pengertian S jauh lebih dewasa dia bisa paham tanpa perlu dikasih tau. Ini tantangan terbesar saat sama B dan ini selalu bisa dimaafkan dengan humoris dan perhatiannya B. Dia juga sosok yang sabar yang mau nunggu aku beradaptasi dengan dirinya dan mau sabar dengan omelin aku tentang sikap negatif dia yang menyebalkan.
B selalu ada setiap hari bahkan setiap deik di hidup aku. Dia selalu nemenin aku sekalipun aku tidur. Dia selalu kasih aku kabar apapun pekerjaan dan sesibuk apapun dia disana dan ini hal yang menyentuh dan menggoyahkan hatiku. Tapi tenyata hatiku masih cukup sulit untuk bilang 'suka' dengan hal yang kami rasain dan lakuin. Karena bagiku sulit untuk 'suka' setelah pisah dengan S.
Komentar
Posting Komentar